Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq
Nasab dan Profil.
Namanya ialah `Aisyah binti Abi Bakar bin Abi Quhaafah Utsmaan bin `Aamir bin `Amru bin Ka`ab bin Sa`ad in Taimi bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ay al-Qurasyiah, at-Taimiyah, al-Makkiyahh, an-Nabawiyah.
Aisyah merupakan anak Abu Bakar dari istrinya yang bernama Ummu Rumaan, nama aslinya Zainab dari bani Kinaanah. Sewaktu Jahiliyah Ummu Rumaan merupakan istri temannya Abu Bakar yang bernama Abdullah bin al-Haarits bin Sakhiirah, dan memiliki anak yang bernama at-Thufail. Sepeninggalnya al-Haarits, Ummu Rumaan dinikahi Abu Bakar untuk menjaganya.
Ummu Ruman adalah wanita yang cerdas, ia masuk islam, berhijrah dan mengalami kesusahan yang sangat di jalan agama dan suaminya. Diriwayatkan dari Nabi, " Barang siapa yang senang melihat wanita yang termasuk bidadari maka lihatlah pada Ummu Rumaan". Ummu Rumaan wafat pada masa Khalifah Utsman bin Affan.
Tidak bisa diketahui secara pasti kelahiran Aisyah, namun yang paling mendekati pada kebenaran ia dilahirkan pada tahun 11 atau 12 sebelum hijrah. Dengan demikian sewaktu Nabi menggaulinya usianya sekitar 14 tahun.
Aisyah lahir di Klan bani Tamim yang orang-orangnya terkenal santun, lemah lembut dan beradab. Sejak kecil ia mendapatkan pendidikan itu dari orang tua dan lingkunganya. Istimewanya lagi, ia lahir dalam kondisi orang tuanya muslim, sehingga sejak kecil dia sudah mendapatkan pendidikan Islami. Lebih dari itu, sejak kecil Aisyah sudah pandai menulis sehingga bisa dikatakan dia merupakan gadis paling unggul dikalangan Klan Tamim.
Aisyah banyak mewarisi keistimewaan Abu Bakar baik dari segi fisik maupun akhlaknya.Abu Bakar memiliki wajah tampan (pada beberapa riwayat ia dijuluki `atiiq karena ketampanannya), berbadan kurus, berpostur tubuh kecil, sangat sensitif, sangat cerdas, sangat dermawan dan suka membantu orang kesusahan, sangat jujur, pintar beretorika (bisa membikin terdiam siapa saja yang berani menyinggungnya). intinya: Aisyah itu cantik, pandai, berwawasan luas dan fashih.
Nabi menikahi Aisyah pada bulan Syawal tahun kesepuluh kenabian dan baru menggaulinya sewaktu di Madinah tahun satu hijriyah. Kalau dicermati dengan baik dan saksama, rumah tangga Aisyah dengan Nabi sangat jauh berbeda dengan kondisi sewaktu Nabi bersama Khadijah. Kehidupan bersama Khadijah lebih menggambarkan kerasnya perjuangan, kedewasaan dan kematangannya dalam menenangkan hati nabi, bahkan Khadijah memiliki kekuatan spritual yang dapat meneduhkan hatinya. Sedang bersama Aisyah lebih dikenal dengan kemesraan-kemesraannya, mengingat umur Aisyah yang masih muda dan menginginkan pemenuhan terhadap hasrat mudanya, dan rupanya ini sangat menghibur Nabi.
Kedekatan Nabi dengan Aisyah sudah tidak diragukan lagi, bahkan Aisyah merupakan istri yang paling dicintainya, ini senada dengan apa yang ditanyakan oleh `Amru bin al-`Aash ketika bertanya pada Rasulullah mengenai orang yang paling dicintainya. Adapun berkenaan dengan cinta Rasulullah kepada Khadijah ada ungkapan nabi yang terkenal, “Aku dikaruniai cintanya”. Jadi disini dapat diketahui perbedaan antara cinta nabi kepada Aisyah dan Khadijah.
Lebih jauh dari itu dalam satu riwayat ditegaskan bahwa Rasulullah mengetahui kapan Aisyah marah kepadanya dan kapan ridha padanya. Kalau sedang ridha Aisyah mengucapkan: “ Demi Tuhannya Muhammad, sedang ketika marah ia mengatakan: “demi Tuhannya Ibrahim”. Diriwayat yang lain dijelaskan bahwa ketika Aisyah marah menanggil Nabi dengan sebutan, “Ya Muhammad”, dan ketika senang ia menyebutnya, “ya Rasulallah”. Pengetahuan Rasul yang mendalam mengenai kepribadian Aisyah ini menandakan betapa perhatian dan cintanya Rasullah padanya.
Kisah-kisah romantis dan mesra acap kali terjadi ketika Rasulullah bersama Aisyah. Aisyah pernah lomba lari dengannya; menonton bareng permainan anggar anak Habasyah sedang ketika itu Aisyah merangkul Rasul dari belakang; mandi bersama dalam satu bejana; menyisir rambut Rasulullah dari jendela masjid ketika i`tikaf; Rasul mencium Aisyah dengan mesra ketika sedang berpuasa; ketika menjelang wafat beliau meminta Aisyah untuk melembutkan syiwak dengan mulutnya sehingga menurut riwayat Aisyah air ludahnya bercampur dengan Rasulullah; bahkan ketika meninggal Rasulullah berada pada pangkuannya.
Antara Khadijah dan Aisyah terdapat perbedaan taqaabul. Perbedaan taqaabul (oposisi, berhadapan),ini memang sangat dibutuhkan Nabi.Khadijah bagaikan seorang ibu yang menjaganya, sedang Aisyah bagaikan seorang anak yang sedang diasuhnya. Khadijah membahagiakan Rasul dengan kebijaksanaan dan kedewasaannya, sedang Aisyah dengan kecantikan dan keaslianya.
Mas kawin nabi untuk Aisyah 400 dirham.
Gelar-gelar `Aisyah RA
1. Al-Humairaa`.
2. Ummul Mu`minin.
3. Kunya Aisyah; Ummu Abdillah.
Ciri-ciri Fisik, karakter dan akhlak Aisyah RA
1.Berkulit putih dan sangat cantik. Karena itulah sampai nabi menjulukinya, Humaiiraa`(yang berkulit sangat putih).
2. Postur tubuhnya mendekati tinggi (karena ia pernah menyindir Shafiyah yang berpostur pendek).
3. Sewaktu masih muda badannya kurus (sampai orang yang mengangkat tandunya tak merasa kalau Aisyah tak di dalamnya pada peristiwa kehilangan kalung pasca perang bani Musthaliq). Beberapa tahun kemudian badanya hampir mendekati gemuk.(sebagaimana yang diriwayatkanya dalam satu hadits, " Aku keluar bersama Nabi pada sebagian safarnya sewaktu itu aku masih muda dan kurus, lalu Nabi berkata pada sahabat2nya, kemarilah...kemarilah..kemudian Ia berkata: Kesinilah engkau (wahai Aisyah) kita akan adu lari, dan aku menang pada waktu itu, hingga setelah aku mulai gemuk pada safar yang lain Nabi berkata pada orang-orang untuk menyaksikannya kembali, kali ini Nabi yang memenangkan adu lari kemudian berkomentar, "Ini sebagai balasan dari kekalahanku waktu itu".
4. Pernah sakit demam kemudian rambutnya rontok, karena itu Ia menasihatkan, " Jika kalian punya rambut maka rawatlah".
5. Suaranya nyaring.(ini diambil dari kisah perang Jamal dimana dia berkhotbah diatas tandunya, dan orang-orang mendengarkan khutbahnya).
6. Semangat, enerjik dan berkarakter.
7. Dermawan.
8. Jujur
9. Sangat cerdas dan hafalannya kuat.
10. Gemar sekali menuntut ilmu.
11. Sering cemburu pertanda cinta.
12. Pandai ilmu sejarah, sya`ir, falaq, fiqih, tafsir, kedokteran dll.
.Beberapa Keistimewaan Aisyah binti Abi Bakar RA
Dari sisi keturunan dan kelahirannya.
Bapaknya ialah seorang yang paling dicintai nabi yaitu Abu Bakar. Sedangkan ibunya adalah Ummu Rumaan yang mana nabi pernah berkomentar mengenainya, “Barangsiapa yang ingin melihat wanita dari bidadari, maka lihatlah Ummu Rumaan”. Dari kedua orang tua yang agung inilah Aisyah lahir dan berkembang hingga Ia dewasa.
Diberi kunya Rasul dengan sebutan Ummu Abdillah.
Kisahnya ialah, suatu saat Aisyah meminta kepada Rasulullah untuk memberikannya kunya, sewaktu anak Asma` binti Abi Bakar lahir yaitu Abdullah bin Zubair maka seketika itu Rasullah memberi kunya Aisyah dengan sebutan Ummu Abdillah, ia dikenal dengan kunya tersebut hingga wafatnya.
Pernah dipanggil Rasul dengan sebutan al-muwaffaqah (yang sukses, sesuai).
Turut serta dalam peristiwa hijrah ke Madinah, dimana dia beserta ibunya melewati jalan yang terjal dan mendaki.
Jibril mendatangi nabi dalam mimpinya bahwa Aisyah akan menjadi istrinya.
Istri Rasulullah baik di dunia maupun akhirat dan akan dikumpulkan bersamanya.
Istri dan manusia yang paling dicintai Rasulullah.
Setiap kali Rasulullah menggilir istrinya selalu ditutup dengan Aisyah.
Rasulullah menganjurkan Fathimah dan lainya mencintai Aisyah.
Setiap orang yang mau memberi hadiah kepada nabi selalu pada masa giliran Aisyah.
Pernah didoakan Rasulullah agar diampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang.
Rasulullah menciumnya sewaktu lagi berpuasa.
Rasulullah tahu persis kapan Aisyah marah dan senang padanya.
Pernah adu balapan lari bersama Rasulullah.
Rasul tidak pernah menikahi gadis selain dirinya.
Pernah diajak Rasulullah melihat permainan tombak anak Habasyah, sedang pada waktu itu Aisyah berada dibelakang Rasulullah sambil memagudkan pipinya dipundak nabi.
Ketika turun ayat mengenai pilihan untuk tetap bersama Rasulullah atau berpisah, dia bisa menjawabnya dengan sangat baik.
Rasul memilih menetap di rumahnya ketika sakit menjelang kematian.
Keutamaan Aisyah atas wanita lain bagaikan keutamaan Tsariid (makanan daging campur roti) atas semua makanan.
.Mendapatkan salam dari malaikat Jibril dan pernah melihatnya.
Rukhsah tayammum bagi umat berkat Aisyah.
Mendapat pembebasan tak bersalah langsung dari langit pada peristiwa ifki (tuduhan berbuat serong).
Memiliki sepuluh keunggulan dari istri-istri nabi yang lain:
- Hanya ia istri nabi yang dinikahi dalam kondisi masih gadis.
- Tidak ada istri nabi yang memiliki kedua orangtua muslim dan sama-sama hijrah selain aku.
- Allah menurunkan terbebasnya ia dari tuduhan orang munafiq.
- Jibril turun dari langit dengan membawa gambaranku di sutra pada rasulullah pada waktu mimpi.
- Jibril berkata pada mimpi nabi, nikahilah Aisyah dia akan menjadi istrimu.
- .Mandi bersama Rasulullah pada satu bijana.
- Turun wahyu ketika bersama Aisyah.
- Ketika meninggal Rasulullah berada pada dada (pangkuan) Aisyah.
- Nabi meninggal pada waktu giliran Aisyah.
- Nabi dikubur di rumah Aisyah.
Berwawasan luas dan alim. Dan termasuk wanita terbaik di dunia. Urwah bin Zubair berkata: "Tidak aku jumpai seorangpun yang lebih mengetahui tentang Fiqih, kedokteran dan Sya`ir daripada Aisyah.
Zuhud, dermawan, jujur, dan cantik.
Rajin beribadah, wara` dan takut pada Allah.
Suka cemburu.
Meninggal pada bulan Ramadhan, pada tanggal 17 pada tahun 58 Hijriah, usianya ketika itu sekitar 70 tahun dan dikubur di Baqi`.
Termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits, ia meriwayatkan dari Rasulullah sebanyak 2210 hadits mengenai berbagai permasalahan agama dll.
Wanita muslimah yang paling paham (faqihah) mengenai hukum agama Islam
Pelajaran-pelajaran :
- Kesempurnaan yang dianugerahkan Allah kepada kita jangan sampai membuat sombong, tapi diarahkan untuk perjuangan dakwah Islam.
- Wanita muslimah harus mempunyai ghirah, semangat dalam memperjuangkan agama Islam.
- Anjuran untuk antusias dalam mempelajari ilmu, baik yang bersifat syar`i maupun kauni.
- Cemburu yang proporsional pertanda kuatnya cinta.
- Menjadi muslimah dermawan.
- Semakin tinggi cinta, semakin besar ujian.
- Berjuang untuk Islam dengan kelebihan yang dimiliki.
- Tak ada kata henti dalam perjuangan dakwah hingga titik darah penghabisan.
- .Cinta akan selalu bersemi indah di tengah badai uji dan derita.
- Wanita Shalihah dari kisah Aisyah RA memiliki ciri-ciri demikian : Kapasitas keimanan yang tinggi.
- Rajin ibadah.
- Penuh Semangat, kuat dan enerjik.
- Penuh cinta.
- Berwawasan luas.
- Sopan santun.
- Taat, sayang, dan cinta suami.
- Dermawan, tidak mengeluh
- Pecinta sastra.
- Tak gentar menghadapi badai ujian.
- Menjadi mitra yang baik dan menyenangkan bagi suami dalam dakwah.
- Romantis dan mesra
Bunda Aisyah Radiallahu Anha cerdas, ingatan/hapalannya istimewa, menguasai dan faqih, jujur, tidak menyembunyikan ilmu, Selalu bersemangat, inspiratif, ketaatan dan keteguhan iman, penuh cinta dalam semua kondisi.
Bunda Aisyah Radiallahu Anha, kenangan yang menakjubkan ***
Bagaimana Kami mampu selama 3 purnama tanpa pernah sekalipun ada asap didapur kami
Bagaimana Kami mampu berada di mihrab, sekaligus ruang tidur sehingga setiap sujud harus memindah posisi kaki atau tangan pasangan kami
Bagaimana Kami mampu berbagi waktu dan kasih sayang dengan saudari kami
Bagaimana kami mampu berbincang akrab tentang kesukaan suami sebagaimana perbincanganmu dengan Shafiyah binti Huyay Radiallahu Anha.
Bagaimana kami mampu bersikap sebagaimana lapangnya dirimu pada saat dihadapanmu, tanpa ijinmu dan tanpa menoleh padamu suami meminang Wanita hebat, muda, terhormat dan cantik seperti Bunda Shafiyah binti Huyay Radiallahu Anha.
Bagaimana kami mampu menata hati apabila suami juga memiliki kekasih yang luar biasa "mata enggan berkedip dan wajah enggan berpaling" sebagaimana Bunda Zainab binti Jahsy Radiallahu Anha.
Bunda Aisyah bagaimanakah engkau mencintai yang dicintai Rasulullah SAW?
Bunda kami yang luar biasa, sungguh kami ingin sepertimu
Salamu Alaika ya Ummul Mukminin Aisyah Radiallahu Anha, Kami mencintaimu, meneladanimu dan penuh harapan bisa bersamamu kelak. Amin ya Rabbal 'Alamiin
Bunda Aisyah Radiallahu Anha, kenangan yang menakjubkan ***
Bagaimana Kami mampu selama 3 purnama tanpa pernah sekalipun ada asap didapur kami
Bagaimana Kami mampu berada di mihrab, sekaligus ruang tidur sehingga setiap sujud harus memindah posisi kaki atau tangan pasangan kami
Bagaimana Kami mampu berbagi waktu dan kasih sayang dengan saudari kami
Bagaimana kami mampu berbincang akrab tentang kesukaan suami sebagaimana perbincanganmu dengan Shafiyah binti Huyay Radiallahu Anha.
Bagaimana kami mampu bersikap sebagaimana lapangnya dirimu pada saat dihadapanmu, tanpa ijinmu dan tanpa menoleh padamu suami meminang Wanita hebat, muda, terhormat dan cantik seperti Bunda Shafiyah binti Huyay Radiallahu Anha.
Bagaimana kami mampu menata hati apabila suami juga memiliki kekasih yang luar biasa "mata enggan berkedip dan wajah enggan berpaling" sebagaimana Bunda Zainab binti Jahsy Radiallahu Anha.
Bunda Aisyah bagaimanakah engkau mencintai yang dicintai Rasulullah SAW?
Bunda kami yang luar biasa, sungguh kami ingin sepertimu
Salamu Alaika ya Ummul Mukminin Aisyah Radiallahu Anha, Kami mencintaimu, meneladanimu dan penuh harapan bisa bersamamu kelak. Amin ya Rabbal 'Alamiin
****